Blog yang Lagi Belajar

Jika Punya Waktu Lebih, Maukah Anda Berolahraga?

Posted on: February 4, 2010

Nurul Ulfah – detikHealth

imgLondon, Hampir sebagian besar orang dewasa memilih alasan tidak punya waktu untuk berolahraga. Alasannya selalu klasik tidak sempat atau terlalu sibuk. Apakah jika waktu lebih dari 24 jam sehari orang mau berolahraga?

Survei yang dilakukan oleh the British Heart Foundation mencatat dua dari tiga orang Inggris mengaku tidak punya waktu untuk melakukan olahraga, bahkan untuk 30 menit dari 24 jam waktu yang tersedia setiap harinya.

Meskipun tiga perempat dari 2.000 orang partisipan merasa sehat-sehat saja, namun 93 persennya mengaku merasa bersalah karena tidak olahraga. Selain kurang berolahraga, partisipan juga merasa bersalah karena tidak makan makanan bergizi dengan teratur, sering minum alkohol, merokok dan kurang makan sayur serta buah.

Semua orang sepakat dengan teori ‘olahraga itu menyehatkan’, tapi hanya sedikit yang bisa merealisasikan teori tersebut. Dan berdasarkan hasil survei, penyebab yang paling banyak dilontarkan partisipan adalah tidak ada waktu.

“Tampaknya populasi orang dewasa saat ini sudah sangat terganggu dengan semua aktivitas sehari-harinya sampai-sampai tidak punya waktu lagi untuk olahraga. Jarang sekali yang memasukkan olahraga ke dalam agenda mingguan apalagi harian,” ujar Dr Mike Knapton, direktur Prevention dan Care BHF seperti dilansir Dailymail, Kamis (4/1/20101).

Jika alasannya hanya karena kurang atau tidak ada waktu, maka apakah jika waktu lebih dari 24 jam sehari, seseorang mau melakukan olahraga?

“Belum tentu juga jika ada waktu lebih seseorang bisa berolahraga. Di luar waktu bekerja atau aktivitas lainnya, lebih banyak yang menghabiskan waktunya untuk berisitirahat. Bahkan jika satu hari lebh dari 24 jam dan sebulan lebih dari 30 hari, olahraga tetap tidak akan diprioritaskan,” tutur Dr Knapton.

“Orang dewasa hanya butuh inisiatif dan manajemen waktu yang lebih baik untuk bisa olahraga rutin. Alasan tidak ada waktu atau terlalu sibuk seharusnya tidak menjadi halangan untuk berolahraga. Itulah risikonya menjadi orang dewasa, harus melakukan banyak hal dalam waktu yang terbatas,” tambahnya.

Tidak ada yang memungkiri bahwa olahraga itu menyehatkan, mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, meningkatkan kemampuan seksual, mencerdaskan otak dan masih banyak manfaat lainnya. Sekarang waktunya membuktikan teori itu.

[ http://health.detik.com ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: